Dasar-Dasar Motor Listrik

Dasar-Dasar Motor Listrik

DASAR-DASAR MOTOR LISTRIK INDUCTION 3 PHASE

Untuk aplikasi  komersial, industri dan utilitas, motor listrik digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik tersebut dapat digunakan untuk pompa, kipas angin,atau dapat dihubungkan ke bentuk lain dari peralatan mekanik peralatan conveyor atau mixer. Dalam banyak aplikasi tersebut kecepatan dari sistem terutama ditentukan oleh desain mekanik dan beban. Untuk peningkatan jumlah aplikasi tersebut, bagaimanapun, perlu untuk mengontrol sistem kecepatan dengan mengendalikan kecepatan motor.

mesin-jawcrusher

Mesin Jawcrusher digerakkan oleh Motor Listrik

 

VARIABLE SPEEDS DRIVE ( INVERTER)

Kecepatan motor dapat dikontrol dengan menggunakan beberapa jenis peralatan drive elektronik, disebut sebagai variabel atau drive kecepatan yang dapat di ubah (adjust). Drive variabel kecepatan (inverter) yang digunakan untuk mengontrol motor DC disebut DC drive. Drive variabel kecepatan yang digunakan untuk mengontrol motor AC disebut AC drive

variable-speed-ac-drive

Variable Speed AC Drive (Inverter)

Sebelum membahas lebih jauh mengenai AC drive perlu memahami terlebih dulu beberapa istilah dasar  yang terkait dengan pembahasan pengoperasian drive.

pengoperasian-drive

  1. Kecepatan (speed) : speedSebuah benda bergerak dalam perjalanan jarak tertentu dan waktu tertentu. Kecepatan adalah rasio dari   jarak  tempuh dengan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu jarak.
  2. Linear Speed : 
    lienar-motion

    Linear Motion

    Kecepatan linear adalah suatu benda yang di ukur ukuran dari berapa panjang jarak untuk mendapatkan dari titik A ke titik B. kecepatan Linear biasanya diberikan dalam bentuk seperti meter per detik (m / s). Misalnya, jika jarak antara titik A dan titik B adalah 10 meter, dan butuh waktu 2 detik untuk mencapainya,  maka kecepatannya adalah 5 m / s.

  3. Rotation Speed : Kecepatan putaran (rotation speed)  adalah pengukuran seberapa lama waktu yang dibutuhkan suatu benda untuk berputar dari titik tertentu untuk mencapai satu putaran penuh dari titik awal. Kecepatan putaran umumnya diberikan dalam rotation per menit (RPM). Misalnya suatu  benda yang membuat 10 putaran penuh dalam 1 menit, maka kecepatannya adalah 10 RPM. rotational-motion
  4. Hukum Inertia :  hukum-inertiaSistem mekanis tunduk pada hukum inersia. Hukum inersia menyatakan bahwa sebuah objek akan cenderung tetap dalam keadaan diam atau tidak bergerak kecuali diberikan gaya dari luar. Peralatan perlawanan terhadap percepatan (acceleration) / perlambatan (deceleration) disebut sebagai momen inersia. Satuan pengukuran dalam sistem inggrisnya adalah pound-feet kuadrat (lb-ft2).  Jika kita melihat sebuah gulungan kertas secara terus menerus, itu terlihat diam (tidak berputar), kita tahu bahwa ketika rol dihentikan, itu akan mengambil sejumlah gaya untuk menanggulangi inersia dari roll agar bisa berputar.Gaya yang dibutuhkan untuk menanggulangi inersia ini bisa datang dari sumber energi seperti sebuah motor. Setelah berputar, rol kertas akan terus berputar sampai gaya lain bertindak untuk memberhentikannya.
  5. Friction (gesekan) : Sejumlah besar gaya yang diterapkan untuk menanggulangi inersia pada sistem saat diam untuk memulai bergerak. Karena gesekan menghilangkan energi dari sistem mekanis, kekuatan terus-menerus harus diterapkan untuk menjaga sebuah benda tetap bergerak. Hukum inersia masih berlaku, namun, karena gaya yang diterapkan dibutuhkan  hanya untuk mengimbangi energi yang hilang. Setelah sistem bergerak, hanya energi yang dibutuhkan untuk mengkompensasi berbagai kerugian perlu diterapkan agar membuatnya tetap bergerak. Contohnya kerugian tersebut termasuk :
      • Gesekan dalam motor, termasuk bearing-bearingnya.
      • Kerugian gulungan pada motor
      • Gesekan antara material gulungan dengan roller
  6. Work (kerja) : Kapanpun gaya tersebut  menyebabkan gerakan dalam bentukapapun, berarti suatu work (kerja ) telah tercapai. Misalnya, pekerjaan telah terselesaikan ketika objek pada konveyor dipindahkan dari satu titik ke titik lain. Work didefinisikan sebagai (W) darigaya total/ net force (F) dan jarak perpindahan didefinisikan sebagai (d). W = F x d conveyor
  7. Power (tenaga) : adalah tingkat melakukan kerja (work), atau work dibagi dengan waktu. Dengan kata lain power adalah jumlah work yang dibutuhkan untuk memindahkan benda dari satu titik ke titik yang lain, dibagi dengan waktupower
  8. Horse Power (Tenaga Kuda) : Power dapat dinyatakan dalam foot-pound per detik, tetapi sering dinyatakan dalam tenaga kuda (HP). Unit ini didefinisikan dalam abad ke-18 oleh James Watt. Watt menjual mesin uap dan bertanya berapa banyak kuda yang akan dapat menggantikan dalam  satu mesin uap. Kudanya berjalan di sekeliling roda yang akan mengangkat beban. Dia menemukan bahwa setiap kuda rata-rata dapat mengangkat beban  sekitar 550 foot-pound selama per detik. Satu tenaga kuda setara dengan 500 foot-pounds per detik atau 33.000 foot-pounds per menit. Atau kalau disesuaikan dengan sistem satuan indonesia, 1 HP adalah kemampuan mengangkat beban sekitar 76 kg setinggi 1 meter dalam waktu 1 detik. Berikut adalah rumus yang dapat digunakan untuk menghitung HP ketika torsi (lb-ft) dan kecepatan (RPM) diketahui. Hal ini dapat dilihat di rumus bahwa peningkatan torsi, kecepatan, atau keduanya akan berbanding lurus dengan meningkatnya nilai HPhitungan-horse-powerhorse-power

Bila anda ingin tahu lebih dalam tentang aplikasi motor induction 3 phasa silahkan hubungi contact person engineering kami.

Dikutip dari: Electricity basic of siemens catalog, dengan diedit seperlunya tanpa mengurangi makna dan isi